TIPS MUDAH PELAJAR MEMPELAJARI BAHASA ARAB

· Article

Oleh :
AGUSTINI, S.Pd., M.Pd
(Dosen Bahasa Arab – STAI Yogyakarta)

Saat ini pelajaran Bahasa Arab sudah masuk di dalam kurikulum sekolah-sekolah sebagai mata pelajaran inti maupun muatan lokal. Pelajaran Bahasa Arab tidak hanya ada disekolah-sekolah Agama seperti pesantren dan Madrasah (MTs dan MA), tetapi sekolah-sekolah umum (SMU) sudah mulai menjadikan pelajaran Bahasa Arab sebagai pelajaran muatan lokal. Oleh karenanya kebutuhan masyarakat terhadap pelajaran Bahasa Arab semakin besar dan semakin bertambah pula kebutuhan tenaga pengajar Bahasa Arab.

Banyak para pelajar Bahasa Arab sering mengeluh bahwa mempelajari Bahasa Arab itu sulit. Padahal setiap pelajar yang beragama Islam sejak kecil sudah diperkenalkan dengan Bahasa Arab baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini bisa dilihat bahwa setiap harinya orang yang beragama Islam secara otomatis akan berbicara Bahasa Arab sebagaimana dalam sholat maupun dalam ibadah-ibadah lainnya yang memakai Bahasa Arab. Image sulit belajar Bahasa Arab yang melanda dikalangan pelajar muslim tidak boleh dibiarkan. Disinilah peran para pendidik dan pengajar Bahasa Arab untuk membuat dan mengenalkan strategi pembelajaran Bahasa Arab yang dapat mempermudah para pelajar.

Urgensi peran para guru dapat menumbuhkan minat bagi pelajar untuk mempelajari Bahasa Arab, karena implikasi psoitifnya dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dengan agama dan kebudayaan Islam. Maka peran guru sangat berdampak pada keinginan peserta didik nutuk termotivasi dalam mempelajari Bahasa Arab.  Permasalahan yang sering terjadi adalah kurangnya penggunaan metode yang membuat pembelajaran terkesan monoton, sehingga para pelajar merasa bosan dan tidak tartarik dalam mempelajari Bahasa Arab.

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui metode yang digunakan untuk mempelajari Bahasa Arab. Minat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belalar. Maka perlu metode yang tepat dalam belajar Bahasa Arab agar siswa merasa mudah dan berminat untuk mempelajari Bahasa Arab.  Ada banyak metode yang bisa digunakan dalam proses belajar Bahasa Arab. Namun dalam artikel ini penulis memilih metode pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL)

Kelebihan meteode CTL yaitu memiliki konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan kehidupan para pelajar secara nyata. Sehingga pelajar mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Nurhadi sebagaimana dalam karya KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual yang ditulis Mansur Muslich, menjelaskan ada sepuluh kata kunci pembelajaran CTL, yaitu: 1) kerja sama, 2) saling mendukung, 3) menyenagkan dan tidak membosankan, 4) belajar dengan gairah, 5) pembelajaran terintegrasi, 6) menggunakan Barbagia sumber, 7) pelajar aktif, 8) sharing dengen teman belajar, 9) pelajar kritis dalam menanggapi materi, 10) guru yang kreatif.

Dengan menggunakan metode CTL dalam pembelajaran Bahasa Arab, para pelajar akan menghadirkan dunia nyata dalam kelas untuk menghubungkan antara pengetahuan yang ada dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam pembelajaran Bahasa Arab ada beberapa keterampilan yang harus dikuasai yaitu : 1) keterampilan mendengar 2) keterampilan berbicara 3) keterampilan membaca 4) keterampilan menulis. Penerapan Metode CTL dapat membantu para Pelajar untuk menguasai 4 keterampilan tersebut pada pembelajaran Bahasa Arab.

Penulis mengklasifikasikan menjadi 2 bagian dalam Penerapan CTL untuk pembelajaran Bahasa Arab sebagai berikut : pertama, keterampilan mendengar dan keterampilan berbicara menggunakan CTL. Keterampilan ini dilakukan dengan menyajikan mp3, audio, atau video berbahasa Arab yang menarik dan tidak membosankan. Video dan audio yang disajikan menyesuaikan kebutuhan para pelajar. Media pembelajaran dan materi juga Sangat perlu diperhatikan dalam pembelajaran Bahasa Arab agar tidak monoton dan lebih bervariasi. Menghidupkan suasana belajar dengan tanya Jawab sesama teman sejawat. Menumbuhkan kreatifitas pelajar dengan cara memberikan kesempatan para Pelajar untuk mendemontrasikan video atau audio yang sudah meraka dengar dan lihat.

Kedua, keterampilan menulis dan Keterampilan membaca menggunakan CTL. Keterampilan ini dilakukan dengan menyajikan teks berita, pidato, dan cerita pendek berBahasa Arab yang bervariasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelajar dan teks yang berkaitan dengan kehidupan pelajar agar proses pembelajaran tidak membosankan. menganalisis cerita dan teks berBahasa Arab dopat menambah pembendaharaan kosa kata Bahasa Arab para pelajar yang nantinya mempermudah para pelajar menterjemahkan teks dan cerita berBahasa Arab.

Maka dengan metode CTL, para pelajar akan menjadi lebih kreatif dan aktif dalam belajar Bahasa Arab. Hal itu dapat menumbuhkan minat para pelajar untuk mengemari Bahasa Arab dan dapat berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab. Jika penerapan metode CTL dimanfaatkan dengan benar, maka image belajar Bahasa Arab yang sulit akan berubah menjadi mudah dan menyenangkan.

Ingatlah tidak ada pelajaran yang sulit, karena kesulitan belajar itu hanya berlaku untuk orang-orang yang malas. Ciptakanlah suasana belajar yang menyenangkan agar proses pembelajaran tidak membosankan. Gunakanlah media pembelajaran yang membangun kreatifitas belajar. Hal ini tidak hanya berlaku untuk proses pembelajaran Bahasa Arab saja, tetapi berlaku untuk semua proses pembelajaran.

Demikian tulisan singkat mengenai tips mudah pelajar mempelajari Bahasa Arab, semoga bermanfaat dan membangkitkan semangat belajar bagi siswa, mahasiswa dan masyarakat dalam mempelajari Bahasa Arab.

Leave a Comment